5 Fakta Cellebrite, Teknologi Dari Israel Yang Bisa Menyedot Data

4npm – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melanjutkan persidangan kasus penyebaran berita hoax dengan Jumhur Hidayat, pejabat eksekutif senior Komite Eksekutif Aliansi Aksi Penyelamatan Indonesia Tergugat. Salah satu fakta terbaru adalah bahwa Mabes Polri diketahui menggunakan peralatan dan aplikasi Israel Cellebrite untuk menyerap jejak digital Jumhur.

5 Fakta Cellebrite, Teknologi Yang Berasal Dari Israel Yang Bisa Menyedot Data

Hal tersebut terungkap pada sidang lanjutan pada Senin, 5 April 2021. Dalam persidangan ini, jaksa menghadirkan pegawai Mabes Polri Asep Saputra sebagai saksi. Asep adalah pakar forensik digital.

Saat uji coba, Asep menjelaskan tahapan pengambilan data digital Jumhur. Pada Senin, 5 April 2021, Asep mengatakan: “Analisis data digital hanya terkait dengan unggahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja”

1. Cellebrite berasal dari negara Israel

Cellebrite adalah perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan oleh Perusahaan Intelijen Digital Israel, yang telah ada sejak 1999. Alat ini dapat mengambil data dari perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, tablet, kartu memori, dan perangkat keras penyimpan data (hard disk).

Cellebrtie dipimpin oleh Yossi Carmil sebagai CEO. Di situs resmi perusahaan cellebrite.com, dikatakan bahwa Cellebrite dikembangkan oleh mantan petugas penegak hukum dan badan intelijen Israel di banyak negara.

2. Polisi hingga perusahaan farmasi

Sejauh ini, diketahui bahwa polisi di banyak negara menggunakan teknologi ini secara ekstensif. Salah satunya adalah Cellebrite Universal Forensics Device Touch, biasa disebut Cellebrite UFED Touch, yang digunakan untuk mengecek data di ponsel tersangka.

Selain itu, Cellebrite UFED Touch menjadi solusi seluler canggih yang dapat mengekstrak, mengonversi, dan menganalisis data yang dapat ditindaklanjuti dari ponsel cerdas, tablet genggam, dan perangkat GPS portabel untuk digunakan dalam penegakan hukum.

Teknologi ini juga menyediakan teknologi canggih untuk mengecek data ponsel tersangka dalam kasus tersebut. Situs resmi perusahaan juga mencatat 25 petugas polisi di 27 negara anggota Uni Eropa, 20 kota besar di Amerika Serikat, dan 10 petugas polisi di 20 kota terbesar di dunia.

Tapi bukan hanya polisi. Bank, perusahaan perangkat lunak, perusahaan telekomunikasi dan farmasi juga menggunakan teknologi ini.

3. Dapat mengambil data yang tersembunyi

Yossi Carmil, Co-Chief Executive Cellebrite, mengatakan bahwa Cellebrite UFED Touch dapat mengambil data yang tersembunyi di hampir semua perangkat seluler.

Di sisi lain, karena ponsel cerdas digunakan secara luas sebagai sumber bukti investigasi kriminal, penjualan Cellebrite telah meningkat secara dramatis.

Perangkat seluler tersangka dan korban berisi bukti yang cukup untuk membawa pelaku ke pengadilan.

Misalnya, jika seseorang berada di TKP dan tidak tahu. Mungkin dia mengambil foto daerah itu dengan telepon yang tidak layak, jadi dia menghapusnya. Teknologi ini dapat mengembalikan gambar yang terhapus.

4. Menyebabkan kontroversi di Amerika Serikat

Cellebrite telah menimbulkan berbagai kasus kontroversial karena teknologi ini dapat digunakan dengan atau tanpa persetujuan pribadi. Pada tahun 2011, Divisi Michigan dari American Civil Liberties Union mempertanyakan apakah Kepolisian Negara Bagian Michigan secara ilegal menggunakan Cellebrite UFED Touch untuk memantau ponsel warga.

5. Puslabfor Mabes Polri

Sedangkan di Indonesia, Perusahaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Surabaya menggunakan UFED Touch Cellebrite. Alat ini telah digunakan dalam kasus artis yang melanggar undang-undang ITE. Baru-baru ini polisi juga menggunakan teknologi tersebut untuk mengekstrak data dari kasus Jumhur Hidayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *