Airlangga Hartarto Tunjukkan Bahwa Kendaraan ‘Flexy’ Setara Emisi Standar Euro 4

Airlangga Hartarto Tunjukkan Bahwa Kendaraan ‘Flexy’ Setara Emisi Standar Euro 4

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tunjukkan bahwa kendaraan berbahan bakar fleksibel atau alternatif yang disebut ‘flexy’ setara bersama mobil emisi standar Euro 4.

Airlangga Hartarto Tunjukkan Bahwa Kendaraan 'Flexy' Setara Emisi Standar Euro 4

Namun, mobil flexy baru bisa setara Euro 4 kecuali mesin kendaraan itu telah bisa menenggak 100 prosen biodiesel. Pasang BolaIni bisa diambil kesimpulan untuk bahan bakar etanol 100 prosen (E100) atau biodiesel 100 prosen (B100).

“Ke depan pemerintah termasuk mendorong ke B100, itu setara Euro 4,” kata Airlangga di kantornya kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan lebih dari satu waktu lalu.

Kemenperin miliki tujuan penerapan B100 terlaksana terhadap 2021. Sedangkan untuk mendapat mutu bahan bakar B100 masih wajib penyesuaian dan menambahkan bersifat Hydroginated vegetables oil (HVO) yang kini masih diteliti perusahaan BUMN Pertamina.

Indonesia sendiri baru menggerakkan program B20 atau campuran bahan bakar bersama 20 prosen minyak sawit (crude palm oil/CPO). Saat ini pemerintah sedang mempelajari B30 bersama serangkaian uji coba yang melibatkan perusahaan otomotif.

Menurut Airlangga kendaraan ‘flexy’ akan mendapat ‘keistimewaan’. Ini bisa dicermati dari pengenaan pajak cuma delapan prosen layaknya yang tertuang terhadap bocoran draf Peraturan Pemerintah (PP) Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Pada draf PP PPnBM tidak ada pengkategorian emisi gas buang dan besaran mesin untuk pilih pajak membuat mobil berbahan bakar alternatif.

“Itu PPnBM maksimal delapan persen. Jadi pemerintah telah membuat skemanya,” ucapnya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro menjelaskan sebagai produsen pihaknya siap mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Hanya saja, Irwan bilang penerapan B100 tidak bisa instan, namun secara bertahap.

Kata Irwan setiap pabrikan tentu wajib memicu riset secara mendalam terlebih dahulu agar produk yang dihasilkan nanti sesuai menenggak bahan bakar 100 prosen minyak sawit.

“Pemerintah emang planing, namun kecuali dari sisi manufaktur ya bertahap,” ungkap Irwan ditemui di kawasan BSD Tangerang, Kamis (15/8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *