Akan Menjadi Pesaing Huawei di Masa Depan Ren Zhengfei Sebut Honor

Akan Menjadi Pesaing Huawei di Masa Depan Ren Zhengfei Sebut Honor  – Pendiri Huawei Ren Zhengfei, meminta karyawan berasal dari sub-merek Honor yang akan berpisah dengan Huawei untuk berupaya melampaui induknya di era depan.

Pernyataan itu disampaikan Reng dalam pidato perpisahan, setelah raksasa teknologi itu terpaksa menjajakan Honor untuk merawat rantai pasokan yang terpincang-pincang sebab sanksi yang diterapkan oleh pemerintah AS.

Demi dapat bertahan, Huawei Technologies mengutarakan terhadap awal bulan ini akan menjajakan Honor ke entitas baru yang disebut Teknologi Informasi Baru Zhixin Shenzhen, yang dibentuk berasal dari agen dan dealernya, supaya dapat melanjutkan sumber komponen yang selagi ini dibatasi oleh sanksi AS.

Seperti diketahui, pemerintah AS menyebut bahwa Huawei adalah ancaman keamanan nasional, klaim yang kerap dibantah oleh perusahaan. Karena label ancaman keamanan itu, Huawei tak kembali dapat bermitra dengan Google. Perusahaan termasuk tidak kembali mendapat pasokan chips yang merupakan otak berasal dari smartphone.

“Gelombang demi gelombang sanksi AS yang berat terhadap Huawei udah mengakibatkan kami akhirnya mengerti, politisi Amerika tertentu mendambakan membunuh kami, bukan hanya mengoreksi kami,” kata Ren, menurut pidato yang diposting di forum karyawan Huawei

Meskipun Huawei dapat menanggulangi kesulitan tersebut, “jutaan” karyawan di agen dan distributor Honor di semua dunia akan kehilangan pekerjaan mereka selagi saluran penjualan mengering, ujar Ren.

“Kami tidak perlu menyeret orang yang tidak bersalah ke dalam air hanya sebab kami menderita,” imbuh pengusaha yang mendirikan Huawei terhadap 1987 itu.

Sebagai sub merek yang fokus terhadap segmen smartphone dengan harga terjangkau, Honor jadi lumbung penghasilan Huawei. Kontribusi Honor, cocok laporan lembaga riset Canalys, meraih 26% berasal dari 51,7 juta handset yang dikirim Huawei terhadap Juli-September.
Produk perusahaan termasuk mencakup laptop, pc tablet, TV pintar, dan aksesori elektronik.

Saingan Huawei udah meningkatkan pesanan produksi, mengantisipasi mereka dapat melahap pangsa pasar selagi raksasa tersebut tidak dapat produksi handset baru, sebagian sumber industri baru-baru ini menyatakan kepada Reuters.

Jika Honor dapat melanjutkan produksi, ia dapat mempertahankan pangsa pasar, kata Flora Tang, analis industri terhadap Counterpoint Research.

Ren meminta Honor untuk jadi pesaing terbesar Huawei setelah “perceraian”, dan menyatakan bahwa menggulingkan Huawei perlu “menjadi slogan semangat Anda”.

“Kami adalah pesaing Anda di era depan,” kata pengusaha gaek ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *