BPPT Mengklaim Teknologi Modifikasi Untuk Menangani Kebakaran Hutan

BPPT Mengklaim Teknologi Modifikasi Untuk Menangani Kebakaran Hutan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengklaim teknologi modifikasi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan sukses menekan kuantitas titik api (hotspot) di Riau.

BPPT Mengklaim Teknologi Modifikasi Untuk Menangani Kebakaran Hutan

Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan pihaknya selama ini sudah melakukan 103 kali penerbangan untuk membawa dampak hujan buatan di semua Provinsi Riau. Hammam menyebut tren titik api sampai Agustus terpantau positif dan konsisten konsisten berkurang.

“Tim BBTMC BPPT sudah melakukan operasi di Riau ini selama lebih dari 120 hari. Hasilnya aku lihat tren nya positif ya. Titik api konsisten berkurang. Data terakhir di Posko perlihatkan titik api pas ini sukses dikurangi,”ungkap Hammam melalui keterangan tertulis, Kamis (15/8).

Hammam menyebutkan pihaknya berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, dan pemangku kepentingan lain untuk menghambat sehingga titik api tidak meluas. Menurutnya, teknologi modifikasi cuaca sukses membawa dampak hujan diturunkan, sehingga titik api konsisten berkurang.

Disamping usaha penanggulangan, BPPT terhitung menyebutkan pihaknya konsisten memperkuat pencegahan serta mitigasi bencana hidrometeorologi.

Hammam terhitung mengutamakan teknologi hujan buatan terhitung mesti diperhitungkan sebagai kesibukan yang berdampak ekonomi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan.

“Bukan hanya memadamkan api, operasi teknologi modifikasi cuaca terhitung mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat akibat kabut asap,” imbuhnya.

CNNIndonesia.com berupaya menghubungi Hammam untuk bertanya biaya yang dihabiskan serta kuantitas titik api yang sukses dipadamkan di Riau, tetapi belum mendapatkan konfirmasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *