CSIS Gelar Seminar Teknologi Hadirkan Sophia Robot Tercerdas Di Dunia

CSIS Gelar Seminar Teknologi Hadirkan Sophia Robot Tercerdas Di Dunia

Centre for Strategic plus International Studies (CSIS) menggelar dialog internasional bertema teknologi dan dampaknya ke masyarakat, ekonomi, dan negara. Sejumlah pakar berasal dari Uni Eropa, Microsoft, Google, dan TED Fellow ikut diundang sebagai pembicara.

CSIS Gelar Seminar Teknologi Hadirkan Sophia Robot Tercerdas Di Dunia

CSIS pun menghadirkan Sophia, robot tercerdas di dunia. Sophia bakal berinteraksi dengan audiens dan pada Selasa (17/9/2019), Presiden Joko Widodo dijadwalkan bakal berdialog dengan Sophia dan para audiens.

Bagi yang akrab dengan konten TED, bakal ada pidato berasal dari Luke Hutchison, pakar pengetahuan komputer dan biologi berasal dari TED Fellow. Ia hadir untuk mengkaji teknologi singularitas, yakni dikala komputer super cerdas menawarkan arus kecerdasan yang tidak berikan ruang bagi intervensi manusia.

Sunny Park berasal dari Microsoft Asia bakal berkata tentang etika teknologi. Isu itu sedang berkembang di sedang kontroversi soal knowledge privat dan kecerdasan buatan.

Jake Lucchi, Kepala Konten dan Kecerdasan Buatan berasal dari Google Asia Pacific, hadir untuk mengkaji langkah pertumbuhan teknologi merubah model industri dan usaha didalam praktek usaha. Sementara, Imron Zuhri berasal dari Dattabot Indonesia ikut hadir mengkaji blockchain, big data, dan kecerdasan buatan di negara-negara berkembang.

Selama dua hari, ada empat diskusi panel dengan topik tentang implementasi teknologi jaman kini dan jaman depan didalam bisnis, ekonomi, dan sektor publik; implikasi pada produktivitas ekonomi, sifat pekerjaan, dan inklusi sosial-ekonomi; pendekatan baru pada kebijakan ekonomi dan pemerintahan; dan bagaimana kolaborasi regional dan integrasi ekonomi regional sanggup memfasilitasi perumusan kebijakan perumusan kebijakan untuk teknologi jaman depan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah makin lama fokus untuk meningkatkan kualitas sumber energi manusia (SDM). Menurutnya, SDM yang cekatan jadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“SDM juga mesti melek teknologi. Jika SDM di Indonesia melek teknologi, maka pertumbuhan ekonomi kita sanggup tumbuh sampai 7 persen,” tuturnya di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Senin (19/11/2018).

Menaker Hanif menambahkan, pembangunan ketenagakerjaan selama 4 tahun paling akhir menunjukan kemajuan yang memadai baik. Itu ditunjukan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 67,26 persen, tingkat pengangguran berada yang rendah yakni 5,34 persen, dan juga tingkat pekerja yang bekerja sektor resmi mencapai 43,16 persen.

“Indonesia miliki modal yang memadai kuat untuk jadi tidak benar satu kemampuan ekonomi dunia sebagaimana hasil riset McKinsey Global Institute yang meramalkan Indonesia jadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030,” ujarnya.

2 berasal dari 3 halaman Tingkatkan Kemampuan Pekerja Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat mendatangi Laboratoriun Pelatihan Politeknik ATMI Sikka (Kampus Cristo re Maumere), NTT.Di sisi lain, Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali menerangkan, pergeseran ekonomi ataugelombang shifting yang ada kini melanda di seluruh sektor, juga didalamnya sektor ketenagakerjaan.

“Kuncinya, kita mesti lakukan upskilling dan re-training tenaga kerja. Agar miliki kompetensi yang sesuai dengan keperluan di jaman teknologi,” terang beliau”.

Lantaran, kata Rhenald, pekerjaan-pekerjaan pada abad ke-20, perlahan-lahan bakal digantikan oleh pekerjaan-pekerjaan baru berbasis teknologi di saat yang bakal datang.

“Pekerjaan-pekerjaan lama sanggup saja selamanya dibutuhkan, selama pelaku sanggup memperkaya diri dengan aplikasi teknologi. Semua mesti bergerak, juga pemerintah dan para pemimpin di daerah,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *