Jack Ma Bikin Akun Twitter Maret 2020 dan Centang Biru

Jack Ma Bikin Akun Twitter Maret 2020 dan Centang Biru  – Jack Ma merupakan tidak benar satu entrepreneur asal China yang

Hingga kini keberadaan Jack Ma belum diketahui.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia, Jack Ma terverifikasi dan terdaftar di Twitter sejak Maret 2020, bersama nama account @JackMa.Bandar Bola

Jack Ma miliki pengikut sedikitnya 630 ribu pengikut dan sejak awal Ia mengakibatkan account Twitter, tercatat baru ada 21 cuitan di akunnya.

Di anggota kolom biografi, Ma termasuk menuliskan perusahaan teknologi besutanya @AlibabaGroup dan yayasan yang Ia dirikan, yaitu @foundation_ma.

Akun paling akhir lakukan cuitan terhadap 10 Oktober 2020. Di tulisan terakhirnya Jack Ma mengucapkan rasa hormat gara-gara sanggup bermitra bersama sebagian organisasi bertaraf international di dalam menjaga planet Bumi.

“Saya terasa terhormat sanggup bermitra bersama HRH The Duke of Cambridge @KensingtonRoyal dan pemimpin organisasi international lainnya yang membantu @EarthshotPrize dan mengatasi tantangan lingkungan yang kita semua menghadapi bersama untuk menjaga planet kita dan perubahan iklim,” cuitnya.

Dari banyak postingan, Jack Ma banyak mengunggah tulisan di Twitternya bersama beragam dokumentasi kemanusiaan. Kegiatan ini belakangan kerap Ia lakukan untuk membantu pemulihan Covid-19 ke beragam negara, tidak benar satunya ke Amerika Serikat. Ini termasuk merupakan cuitan pertama Jack Ma.

“Pengiriman pertama masker dan alat uji virus korona ke AS lepas landas berasal dari Shanghai. Semua yang paling baik untuk teman-teman kita di Amerika,” ujar Jack Ma

Diberitakan sebelumnya, pemerintah China disebut melarang pendiri platform e-commerce Alibaba, Jack Ma, bepergian ke luar negeri sebelum akan dia dikabarkan “menghilang” berasal dari publik.

Larangan berpelesir itu nampak sehabis Jack Ma mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping di dalam pidatonya di sebuah acara fintech di Shanghai terhadap 24 Oktober 2020.

Di acara yang termasuk dihadiri oleh pejabat tinggi China tersebut, tidak benar satu entrepreneur terkaya di Negeri Tirai Bambu itu mengkritik proses perbankan negara dan menyerukan reformasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *