Jaringan Komunikasi Mandiri Mampu Di Kembangkan Oleh Indonesia

Jaringan Komunikasi Mandiri Mampu Di Kembangkan Oleh Indonesia

Pengusaha menyambut baik pemberian pemerintah terhadap pengembangan teknologi di Indonesia. Dukungan ini salah satunya ditunjukkan bersama kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Pameran Electric & Power Indonesia yang berkolaborasi bersama Conference Federation Engineering Organization atau CAFEO di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengunjungi booth PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) yang memperkenalkan teknologi Jaringan Aman Mandiri (JAM) hasil inovasi anak bangsa. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyaksikan kecanggihan teknologi telekomunikasi Jaringan Aman Mandiri yang dirancang spesifik untuk telekomunikasi para penyelenggara negara.

Presiden Direktur PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff), Budi Permana menyebutkan kepada Presiden Jokowi mengenai teknologi Jaringan Aman Mandiri yang dikembangkan untuk keperluan telekomunikasi spesifik yang aman dan anti sadap.

Jaringan Komunikasi Mandiri Mampu Di Kembangkan Oleh Indonesia

Dengan pakai jaringan telekomunikasi khusus, maka tingkat keamanan komunikasi antar penyelenggara negara dapat dijamin, gara-gara teknologinya baik hardware maupun software dan brainware dikembangkan sendiri oleh industri dalam negeri.

“Jaringan Aman Mandiri udah digunakan,” ujar dia dalam keterangan tertera di Jakarta.

Teknologi JAM pas ini diimplementasikan dalam kendaraan tempur TNI AD, diantaranya di Panser Anoa dan Tank Leopard. Jaringan aman berdiri sendiri yang digunakan militer diintegrasikan dalam system manajemen tempur atau Battlefield Management System (BMS) yang juga merupakan produk dalam negeri buatan PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff).

BMS mempunyai fitur antara lain menghindari salah sasaran (friendly fire) dan mengetahui secara tepat posisi ranpur di lapangan. Dengan pakai telekomunikasi spesifik (dalam hal ini mengaplikasikan JAM), tiap tiap perintah dari pusat komando tempur bersama satuan tempur yang dilapangan bakal terintegrasi dan tidak dapat disadap.

Sementara itu, Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam Marsma TNI Dr. Sigit Priyono mengatakan, Indonesia pas ini terlalu memerlukan kehadiran jaringan telekomunikasi spesifik yang tidak sama bersama jaringan publik.

Jaringan spesifik ini bakal jadi efektif dan efektif jika tidak cuma digunakan oleh TNI tapi juga digunakan oleh seluruh unsur pemerintahan dalam melayani rakyat dan menggerakkan proses administrasi pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE) sebagaimana yangbtertuang dalam Perpres 95 th. 2018.

“Jaringan ini spesifik untuk telekomunikasi antara penyelenggara negara” jelasnya

“Seperti hal-nya masalah Papua, jika udah mempunyai jaringan telekomunikasi khusus, jika berjalan black out terhadap fasilitas internet, maka telekomunikasi dan jaringan pemerintah tetap berjalan,” lanjut dia.

Mengingat pentingnya penggunaan jaringan telekomunikasi spesifik ini, Hariff sebagai pengembang teknologi Jaringan Aman Mandiri mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesa ( PII) yang sejalan bersama konferensi Federasi Insinyur se-ASEAN (CAFEO 2019) di JIExpo, Kemayoran terhadap 11-14 September 2019 menampilkan inovasinya dalam bidang telekomunikasi yang dirancang dan dikembangkan oleh insinyur-insinyur dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *