Kebocoran Minyak Tumpah Milik Pertamina Di Perairan Karawang

Kebocoran Minyak Tumpah Milik Pertamina Di Kerairan Karawang

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah menjelaskan kadar minyak yang berasal berasal dari kebocoran minyak tumpah punya Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat punya kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbon atau Polisiklik Aromatik Hidrokarbon.

Kebocoran Minyak Tumpah Milik Pertamina Di Kerairan Karawang

Menurut Merah, setidaknya tersedia tiga pengaruh yang bakal dirasakan masyarakat kira-kira dikala terpapar kadar itu. Pertama, hawa bakal tercemar akibat bau menyengat yang timbul berasal dari senyawa dan bakal mengganggu pernapasan.

“Kandungan minyak yang menyebar di permukaan laut taruhan bola Karawang itu Polycyclic Aromatic Hydrocarbon. Ada tiga dampak, pertama paparan hawa dikarenakan bau menyengat berasal dari senyawa itu mampu mengganggu paru-paru warga sekitar,” kata Merah kepada CNNIndonesia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (15/8).

Kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (Polisiklik Aromatik Hidrokarbon) sendiri merupakan senyawa organik yang tersebar luas di alam dan bentuknya terdiri berasal dari lebih dari satu rantai siklik aromatik dan berwujud hidrofobik.

Senyawa ini terhitung mampu menghasilkan tumor terhadap tikus didalam saat singkat walaupun cuma sedikit yang dioleskan terhadap kulit tikus.

Dampak lainnya jika kulit menyentuh senyawa Polisiklik Aromatik Hidrokarbon, kulit bakal terasa panas serta gatal-gatal. Selain itu, menurut Jatam ekosistem tanaman mangrove yang tumbuh di kira-kira perairan pun terancam mati.

“Kalau senyawa itu menyentuh kulit, pengaruh kulit terasa panas dan gatal-gatal. Lalu, tersedia tanaman Mangrove yang terancam mati dikarenakan daunnya bakal menghitam,” tutur Merah.

Jatam pun menyimpan perhatian kepada pencemaran minyak yang dikhawatirkan bakal menumpuk di terumbu karang. Sehingga mengancam kelangsungan hidup biota laut di dalamnya serta ekosistem terumbu kerang.

Pencemaran Minyak Pengaruhi Kualitas Air Laut

Senada dengan Merah, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Arifsyah menyebut pencemaran minyak itu mampu pengaruhi penurunan kualitas perairan laut dan pesisir serta tipe ikan yang tersedia di sana.

Maka berasal dari itu, Greenpeace Indonesia mendorong kementerian perihal untuk langsung menangani tumpahan minyak di perairan Karawang agar tidak mengundang pengaruh yang lebih luas.

“Dalam jangka pendek bakal amat berpengaruh terhadap penurunan kualitas perairan laut dan pesisir, tipe ikan-ikan di wilayah pesisir, dan kerang-kerangan terhitung kepiting bakau mengalami kematian,” tulis Arifsyah melalui pesan singkat yang di terima CNNIndonesia, Kamis (15/8).

Arifsyah mengungkapkan didalam jangka pendek dan jangka panjang, kesegaran masyarakat wilayah yang terkena pengaruh kudu jadi perhatian.

“Kemenkes dan jajaran kesegaran Pemda kudu turut betul-betul memandang dampaknya,” sambungnya.

Menurut National Service, tak hanya biota laut yang terancam mati, kelangsungan hidup burung dikala mendambakan membersihkan diri di laut mampu meracuni tubuh mereka.

Ketika terpapar dengan minyak, ikan dewasa bakal mengalami penurunan pertumbuhan, hati membesar, pergantian terhadap jantung dan tingkat pernapasan, erosi sirip, dan problem reproduksi. Selain itu, minyak terhitung mampu pengaruhi telur dan kelangsungan hidup larva.

Penanganan Tumpahan Minyak di Laut

Sementara Sciencing mencatat biaya keseluruhan dan tantangan untuk membersihkan tumpahan minyak amat besar. Sebab tumpahan minyak itu mampu terjadi di mana saja misal di lautan atau dekat daratan.

Biaya yang dikeluarkan pun bakal lebih mahal dikala wilayah tumpahan minyak menyebar ke wilayah lainnya. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengurangi sebaran minyak adalah pengenalan mikroorganisme.

Metode itu mampu dijalankan untuk menggiring minyak ke permukaan dan beralih jadi zat yang hampir sama seperti gel. Namun, kelemahan berasal dari metode ini adalah sejumlah bakteri diciptakan untuk memecah hidrokarbon.

Saat lebih dari satu besar tumpahan minyak dipecah, bakteri ganti ke bahan lain yang punya kandungan hidrokarbon. Selain itu metode pengenalan mikroorganisme terhitung mampu menyebabkan polusi udara.

Minyak yang tumpah di perairan Karawang, Jawa Barat tersebut berhasil berasal dari Offshore North West Java (ONWJ) punya Pertamina di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

VP Relations PHE Ifki Sukarya memperlihatkan sampai saat ini, PHE ONWJ selaku operator Blok ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW dengan kedalaman kira-kira 624 mtr. berasal dari target 2.765 meter.

“Kami bakal mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini, agar nanti mampu secepatnya menutup sumur agar tidak ulang menumpahkan minyak,” ujar Ifki didalam info resmi, dikutip Jumat (9/8).

Menurut Ifki, sumur baru dibor secara miring menuju wilayah lubang sumur YYA-1 sampai capai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1. Pengeboran sumur baru itu telah diawali sejak Kamis (1/8) pukul 14.00 WIB atau dua hari lebih cepat berasal dari jadwal semula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *