Kemenkominfo Menganjurkan Para Youtuber Membuat Konten Positif

Kemenkominfo Menganjurkan Para Youtuber Membuat Konten Positif

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menambahkan arahan kepada para YouTuber sesudah pemblokiran video Kimi Hime. YouTuber dianjurkan membuahkan konten positif yang tidak mempunyai kandungan unsur sensasional nan vulgar.

Kemenkominfo Menganjurkan Para Youtuber Membuat Konten Positif

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyatakan YouTuber yang telah menyita keuntungan bersama dengan memanfaatkan YouTube juga wajib memikirkan platform YouTube bersih berasal dari konten negatif, khususnya yang melanggar.

“Kami menginginkan YouTuber dan gamer kita dorong memanfaatkan medsos untuk berkembang baik.Bandar Bola YouTuber banyak mendapatkan uang berasal dari konten konten mereka,” ujar Ferdinandus waktu jumpa pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (24/7).

YouTuber sering kali sebabkan judul dan thumbnail sensasional yang bersifat clickbait agar bisa menjaring penonton. Semakin tinggi, pemirsa tambah banyak pula pundi-pundi yang dihimpun content creator.

“Kita harapkan mereka jangan kerja clickbait cuma sebab berdasarkan konten sensasional. Misalnya Kimi Hime tidak telanjang, tapi aksi-aksi, gerakannya, judul postingan mengarah ke arah muatan kesusilaan,” ujar Ferdinandus.

Ferdinandus menyatakan Kemenkominfo sebenarnya tidak bakal menutup akun YouTuber yang melanggar UU ITE. Kemenkominfo cuma bakal menghapus video-video yang melanggar UU ITE.

“Tidak hingga kanal (akun) hingga hingga kini kita tetap menyayangi content creator Indonesia jangan hingga mereka cuma sebab 1-2 konten, lantas mereka tidak bisa berkreasi lagi,” ujarnya.

Ferdinandus menyatakan pihaknya berharap agar content creator bisa laksanakan penghapusan video sendiri tanpa wajib dihapus oleh Kemenkomifo.

“Setidaknya laksanakan pemblokiran sendiri agar tidak laksanakan pemblokiran berasal dari kami. Pilihannya senang yang kita blokir atau mereka yang blokir. Jadi bebas berkreasi membuat konten mana pun tapi selamanya penuhi norma dan regulasi yang ada,” ujar Ferdinandus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *