LAPAN Respons Potensi Bahaya Roket China yang Jatuh di RI

LAPAN Respons Potensi Bahaya Roket China yang Jatuh di RIĀ  – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengungkap bahaya yang sanggup mengancam saat benda-benda misi antariksa seperti roket jatuh ke bumi.

Pernyataan Thomas itu sekaligus merespons roket milik Lembaga Antariksa China (CNSA) yang jatuh di lokasi Kalimantan Tengah (Kalteng). Menurut Thomas terkecuali roket berikut memakai teknologi nuklir, maka radiasinya sanggup mengancam bumi.

“Bahaya radiasi hanya terhadap lebih dari satu kecil misi antariksa yg memakai teknologi nuklir, tetapi saat ini udah dilarang,”
Pasang Bola
Namun demikian, LAPAN udah menegaskan bahwa roket China yang jatuh di lokasi Indonesia itu tidak memakai teknologi nuklir.

“Jadi tabung roket yang jatuh di Kalteng tidak tersedia potensi bahaya racun atau radiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini misi antariksa udah tidak diperbolehkan ulang untuk memakai kekuatan nuklir, jadi barangkali terpapar radioaktif dari sampah antariksa itu minim.

Di samping itu Thomas terhitung menjelaskan bahwa potensi berbahaya dari sampah antariksa adalah terkecuali suatu objek mengorbit dengan ketinggian rendah dan jatuh ke Bumi. Namun potensi jatuhnya sampah ke lokasi berpenghuni hanya kecil kemungkinan.

Sebelumnya LAPAN menunjukkan benda sama potongan badan pesawat terbang yang jatuh di Teluk Kramat, Kalteng Selasa (5/1), merupakan bagian dari roket Chang Zheng (Long March) milik China.

Dalam info resmi, LAPAN menerangkan benda berukuran kurang lebih 3 x 4 meter itu jatuh terhadap Senin (4/1), dan udah diperiksa oleh aparat setempat.

LAPAN membeberkan sempat mendeteksi objek yang melintas rendah di atas lokasi Indonesia terhadap tanggal 4 Januari 2021. Sekitar pukul 14.01 WIB, LAPAN mendeteksi empat objek yang melintas di atas lokasi Indonesia dengan ketinggian rendah.

Model peluruhan orbit yang diadopsi, lanjut LAPAN, memperkirakan bahwa bekas roket berikut akan mengalami re-entry terhadap bulan Maret 2021. Dengan input yang sedikit berbeda, jenis peluruhan sempat memberikan prediksi re-entry terhadap tanggal 4 Januari 2021.

Namun, LAPAN mengklaim tersedia lebih dari satu hal yang mesti jadi catatan. Benda yang mengalami re-entry akan mengalami gesekan dengan atmosfer hingga memanas dan terbakar. Sebagian besar benda akan terbakar atau setidaknya akan tampak hangus disaat meraih permukaan Bumi.

LAPAN bicara ada benda dengan material ekstra kuat yang sanggup bertahan dan menyisakan bagian yang meraih permukaan Bumi. Proses re-entry terhitung sanggup disertai ledakan yang akan mencerai-beraikan roket. Selubung luar roket terhitung sanggup terkoyak tak beraturan.

“Pemikiran ini sebabkan analisis bahwa benda yang jatuh di Kotawaringan Barat merupakan bekas roket CZ-3B jadi tidak seutuhnya meyakinkan,” kata LAPAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *