Nasib Buntung Beruntun Alipay saat Jack Ma Hilang

 

Nasib Buntung Beruntun Alipay saat Jack Ma HilangĀ  – Nasib buntung ulang melanda Alipay anak perusahaan Alibaba besutan Jack Ma yang kini dikabarkan menghilang.

Setelah di awalnya gagal IPO di China, kini Alipay masuk dalam daftar aplikasi yang dilarang digunakan di Amerika Serikat.Bandar Bola

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah diberi tanda tangan putusan terkait
besutan Jack Ma, Alipay,

Alipay merupakan perusahaan keuangan rintisan yang merupakan bagian berasal dari Ant Group. Perusahaan yang disebut ini merupakan usaha unit yang dimiliki Jack Ma.

Tidak hanya melarang pemakaian transaksi Alipay, Trump terhitung melarang Tencent’s QQ dan WeChat Pay, CamScanner, QQ Wallet, SHAREit, VMate, dan WPS Office. untuk beroperasi di Amerika Serikat.

Pada penandatanganan tersebut, pemerintah AS dapat memberhentikan kala perusahaan itu selama 45 hari ke depan, karena dianggap dapat mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri dan perekonomian AS.

“Laju dan luasnya penyebaran aplikasi seluler dan desktop tertentu yang terhubung bersama dengan perangkat lunak lain di Amerika Serikat dikembangkan atau dikendalikan oleh orang-orang China,” layaknya tertera pada surat putusan itu.

Sebelumnya, bursa saham Shanghai memastikan untuk menunda pencatat saham perdana (IPO) pada Rabu (4/11) lalu, untuk Ant Group yang terafiliasi bersama dengan Alibaba Group.Reuters melaporkan bahwa Departemen Perdagangan dapat melakukannya sebelum saat Trump meninggalkan kantornya pada 20 Januari, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Jika Ant Group sukses melantai di bursa atau IPO, diprediksi nantinya keseluruhan harta kekayaan Jack Ma dapat meningkat jadi US$68 miliar, ia pun ulang jadi orang terkaya di China dan orang terkaya di dunia rangkaian ke-12 sehabis pendiri Google Sergey Brin. Namun sayangnya Ma gagal membawa Alipay IPO lantaran kritik tajamnya.

Kegagalan IPO Alipay ini

Ia mengkritik proses perbankan China dan menyerukan perbankan China lakukan reformasi lantaran kala ini masih beroperasi bersama dengan mentalitas ‘pegadaian’.

Selain itu Ma terhitung mengkritik pemerintah China yang dianggap menahan inovasi dan benar-benar konvensional menghadapi risiko.

Kelakuan Ma sepertinya dianggap berlebihan oleh pemerintah China. Xi sebenarnya dikenal hanya memberi sedikit area yang menentang kebijakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *