Pandemi Disebut Bisa Lebih Lama Mutasi Covid-19 Lebih Cepat

Pandemi Disebut Bisa Lebih Lama Mutasi Covid-19 Lebih Cepat – Ahli menyebut varian baru mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang pas ini bermunculan bakal berpotensi membuat pandemi Covid-19 berlangsung lebih lama.

Hal ini diungkap Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono terkait bersama timbulnya strain baru mutasi virus corona di berbagai negara, seperti di Inggris dan Afrika Selatan.

“Kehadiran strain2 baru SARSCOv2 itu bukti perlawanan virus dg bermutasi yg dorong pandemi bakal lama,” cuitnya lewat akun resmi,
Pasang Bola
Menurut Pandu, bersama semakin banyak manusia yang terinfeksi virus corona, maka mutasi virus bakal berlangsung lebih cepat.

“Risiko mutasi bakal tinggi. Virus tidak bakal bermutasi tanpa masuk ke tubuh manusia, ia bakal bermutasi di inangnya,” tahu Pandu lewat sambungan telepon.

Sehingga kalau penanganan suasana pandemi pas ini di Indonesia tanpa memperkuat pengetesan bakal mempercepat virus untuk bermutasi.

Menurut Pandu, strain mutasi virus corona yang tersedia di Inggris udah tunjukkan perubahan. Sebab, varian baru ini kini udah menyerang anak-anak.

“Inggris tuh bingung kenapa angkanya double dan banyak anak kecil yang kena. Setelah diteliti, tersedia strein baru dan kemampuan menularnya dua kali,” tuturnya.

Padahal menurut Pandu, harusnya mutasi virus berlangsung lebih lama.

“Seharusnya mutasi strain itu lama, hingga 1 tahun,” tuturnya.

Sehingga, ia khawatir kalau semakin banyak orang yang tertular tambah membuat virus semakin cepat bermutasi.

“Jika sekarang penyebaranya cepat dan tidak bisa ditekan, virus tersebut bisa cepat bermutasi. Kemungkinan bisa bersama cepat menjangkit ke anak-anak seperti temuan di Inggris, ” ujarnya.

Sehingga, untuk halangi mutasi virus Pandu merekomendasikan sehingga setiap orang lakukan pencegahan sehingga tak tertular.

Meski demikian, kecepatan mutasi virus corona disebut masih belum secepat flu musiman. SARS-CoV-2 miliki tingkat mutasi kurang berasal dari 25 mutasi per tahun, namun flu musiman miliki tingkat mutasi nyaris 50 mutasi per th. atau empat kali lebih cepat berasal dari SARS-CoV-2.

Hal ini berdasarkan belajar pakar bioinformatika berasal dari University of California, Niema Moshiri di dalam laporannya yang dipublikasikan di The Conversation.

Temuan ini dianggap sebagai kabar baik untuk vaksin virus corona. Sebab, keampuhan vaksin Covid-19 dianggap bisa miliki ketahanan lebih lama ketimbang vaksin flu musiman yang lebih cepat tak mempan.

“Sehingga tingkat mutasi yang lebih lambat pada SARS-CoV-2 berikan kami harapan untuk potensi pengembangan vaksin tahan lama yang efektif pada virus,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *