Teknologi Komputer Di Masa Depan

Teknologi Komputer Di Masa Depan

Teknologi Komputer Di Masa Depan

Sosok komputer di masa depan, diramalkan bakal* jauh bertolak belakang* dengan komputer dasawarsa* ini. Pasalnya komputer telah* terpasang pada semua perlengkapan* sehari-hari yang anda* gunakan.

Di masa depan, tidak sedikit* yang tidak menikmati* lagi bahwa mereka memakai* komputer, sebab* sosoknya hampir* tidak tampak* lagi. Demikian kata Prof. Stefan Jähnichen dari Universitas Teknik Berlin yang pun* pimpinan Institut Fraunhofer guna* arsitektur pemroses data dan teknik perlengkapan* lunak-FIRST. Di samping* ukurannya bakal* semakin kompak dan kecil, pun* bentuknya tidak lagi dirasakan* sebagai komputer konvensional.

Sebagai misal* konkrit aktual, prof. Jähnichen menunjuk iPad. Perangkat tablet ini dirasakan* sebagai perangkat tolong* sehari-hari, tidak lagi* sebagai komputer atau unit pemroses data. Terutama di masa mendatang* ukuran komputer bakal* semakin kecil.

Prof. Jähnichen melafalkan* penyebabnya ::“Tentu saja ini diakibatkan* elemen penyimpan kenangan* semakin kecil dan efisiensinya semakin besar, pun* prosesor semakin tepat guna* dan kecil.

Sistem terintegrasi

Dalam dunia komputer masa depan, sistem yang terintegrasi bakal* memainkan peranan kunci. Dalam arti, unit pemroses datanya telah* terpasang dalam perlengkapan* sehari-hari yang anda* gunakan. Secara bertahap, citra komputer yang anda* kenal sejak sejumlah* dekade bakal* semakin memudar.

“Pembeli mobil baru tidak tahu, di sana terpasang lebih dari 80 pemroses data yang tidak kelihatan. Unit pengendali, yang memastikan* pengereman, mematikan dan menghidupkan lampu, dan seluruh* hal yang terjadi dalam mobil“, ujar Jähnichen.

Visi masa mendatang* adalah, komputer yang semakin kecil, semakin tepat guna* dan semakin besar memorinya, sebagai pendamping kegiatan* sehari-hari. Dengan gampang* komputer bisa* dimasukkan ke kantong baju atau celana, laksana* smartphone ketika* ini. Prof. Jähnichen pun* memperhitungkan, interaksi antara komputer masa mendatang* dengan insan* pemakai*nya bakal* semakin intuitif.

Interface semakin interaktif

Saat ini komunikasi antara pemakai* dan komputernya masih dilaksanakan* lewat perangkat* bantu, berupa keyboard, mouse, modul grafik atau pun* layar sentuh dan pengoperasian lewat perintah suara. Dengan tersebut* dipertukarkan informasi dan perintah. Namun era interaksi antara insan* dan mesin semacam tersebut* pelan-pelan bakal* berakhir, kata prof. Stefan Jähnichen. Dengan menyaksikan* bioskop tiga dimensi yang di bina* di FIRST Berlin, yang sepenuhnya dikendalikan jejaring sensor dan unit pemroses data, visi masa depan tersebut* menjadi semakin jelas.

“Interface baru antara komputer dan insan* akan semakin interaktif. Dalam arti, masalahnya bukan lagi* hanya sehubungan* dengan bagaimana saya masuk ke dalam mimik informasi dalam komputer. Melainkan bagaimana mempresentasikan hasilnya di lingkungan saya. Dan tidak selalu mencantol* apa yang diperlihatkan* komputer di layar monitor. Melainkan pun* reaksi yang diserahkan* komputer untuk memprovokasi* lingkungan sekitarnya. Sebagai reaksi dari pemrosesan data, saya tiba-tiba ikut merasakannya, kini* ruangan ini terang“, papar Jähnichen lebih lanjut.

Mengendalikan lingkungan

Nyaris laksana* kisah rekaan* ilmiah, komputer yang tersembunyi ikut mengendalikan lingkungan sekitarnya. Juga jejaring komputer semakin sering mengerjakan* interaksi pertukaran data dan informasi. Prof. Jähnichen menilai, andai* benda saling berkomunikasi, tersebut* bagus. Akan namun* pertanyaanya, apakah kehadiran komputer dimana-mana dalam sehari-hari* kita, dan bahkan ikut memprovokasi* lingkungan sekitarnya, membuat insan* semakin bahagia?

Prof. Jähnichen membalas* : “Itu tergantung dari perkembangannya. Peradaban terus berkembang semenjak* ribuan tahun, dan pada tiap-tiap potongan zaman saya dan anda bisa* mengajukan penilaian. Misalnya, apakah temuan mesin tenun menciptakan* kita lebih bahagia?

Pada kesudahannya* setiap pribadi* dan semua* tatanan masyarakat yang me*sti menyerahkan* sebuah jawaban secara senada.

Namun prof. Jähnichen mempercayai* peranan komputer untuk* peradaban insan* di masa mendatang* :“Planet anda* semakin sarat* sesak. Tanpa sokongan* komputer, anda tidak* memiliki keterampilan* memberi santap* seluruh warga* bumi. Menjaga air supaya* tetap bersih, supaya* dapat anda* minum. Cukup memproduksi energi untuk keperluan* kita. Tantangan terbesar yang menanti merupakan*, penyelesaian* masalah ini tergantung dari bagaimana kiat* informatika terintegrasi pada permasalahannya.”

Apapun peramalan untuk* masa depan, yang jelas ketika* inipun, komputer dalam segala bentuknya, adalah*perangkat penolong* yang tidak dapat dicungkil* dari keseharian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *