Teknologi Terbaru Hasilkan Listrik Dari Cahata Matahari

Teknologi Terbaru Hasilkan Listrik Dari Cahata Matahari
Panel surya merupakan salah satu inovasi kekuatan terbarukan yang sanggup menghasilkan listrik berasal dari sinar matahari. Energi terbarukan digunakan untuk menghasilkan kekuatan yang ramah lingkungan sehingga mengurangi eksploitasi bahan bumi layaknya bahan bakar fosil.

Penelitian terbaru sudah menciptakan kekuatan terbarukan terbaru yang serupa bersama panel surya. Bedanya alat ini disebut sebagai panel surya terbalik. Karena panel ini tidak menghasilkan kekuatan berasal dari terangnya matahari, melainkan berasal dari kegelapan.

Teknologi Terbaru Hasilkan Listrik Dari Cahata Matahari

Radiative cooling atau pendinginan radiasi merupakan metode yang dilaksanakan para peneliti untuk menghasilkan listrik. Peralatan seharga 30 dolar selanjutnya sanggup menyalakan lampu LED.

“Jumlah kekuatan yang singgah berasal dari matahari harus lebih kurang serupa bersama kuantitas yang nampak berasal dari Bumi sebagai radiasi termal, untuk memelihara Bumi pada suhu yang konstan,” ujar Profesor Teknik Listrik Stanford, Shanhui Fan, layaknya dilansir berasal dari Gizmodo,

Peneliti menyebut bahwa terdapat 1,3 miliar orang tidak punya akses listrik yang sanggup diandalkan. Panel surya membantu orang-orang ini untuk meraih kekuatan listrik, namun mereka membutuhkan listrik pada malam hari. Sehingga peneliti melacak cara untuk mengakibatkan lisrik di malam hari tanpa harus menyimpan kekuatan berasal dari siang hari.

Panel surya sanggup menghasilkan listrik berasal dari matahari gara-gara efek fotovoltaik. Efek selanjutnya adalah paparan sinar pada bahan khusus yang menghasilkan arus listrik. Sementara, kekuatan terbarukan lainnya menggunakan proses termal atau suhu.

Dilansir berasal dari Gizmodo, perbedaan suhu pada matahari yang lebih panas dan bumi yang lebih dingin sanggup dikonversi menjadi kekuatan yang sanggup digunakan. Sistem pada alat ini merupakan proses alternatif yang mengakibatkan bumi sebagai sumber panas.

Alat berupa piringan aluminium 20 sentimeter yang dicat hitam ini dihubungkan ke generator termoelektrik. Panas berasal dari bumi mengalir ke udara, sesudah itu berasal dari hawa hingga ke generator termoelektrik lalu ke piringan aluminium.

Kemudian piringan aluminium selanjutnya pancarkan panas ke atas. Di California, tempat alat ini dites, listrik sebesar 25 miliwatt per mtr. persegi berasal dari piringan itu memadai untuk menyalakan satu lampu LED kecil. Sementara pada siang hari, alat ini terhitung sanggup menyerap panas berasal dari radiasi matahari.

Menurut Asisten Profesor Ilmu dan Teknik Material di University of California, Aaswath Raman, penemuan ini belum sepadan bersama kekuatan matahari yang sanggup menghasilkan kekuatan 100 kali lebih banyak. Namun alat ini dinilai murah dan sanggup beroperasi lebih lama daripada baterai, dan juga sedia kan cara untuk menghasilkan listrik tanpa kekuatan surya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *