Telekomunikasi Singapura Singtel Siapkan Strategi Baru

Telekomunikasi Singapura Singtel Siapkan Strategi Baru

Telekomunikasi Singapura Singtel Siapkan Strategi Baru – Raksasa telekomunikasi Singapura Singtel telah buat persiapan Lee Theng Kiat, kepala Temasek International, sebagai pengganti chairman Simon Israel.

Telekomunikasi Singapura Singtel Siapkan Strategi Baru

Lee bakal join sebagai Direktur non-Eksekutif terhadap 15 Januari 2020. Selanjutnya ia bakal menyita alih kepemimpinan di RUPS operator yang bakal digelar terhadap Juli, dikala Israel memasuki era pensiun setelah sembilan tahun menjabat posisi tersebut.

Temasek Holdings (induk dari Temasek International) adalah pemegang saham terbesar Singtel. Lee memegang beraneka posisi senior di perusahaan tersebut sejak join terhadap 2012, termasuk CEO Temasek International, peran yang dilepaskannya terhadap bulan Maret. Dia pada mulanya adalah Presiden dan CEO ST Telemedia dan STT Communications.

Dalam sebuah pernyataan, Israel mengatakan bahwa tata kelola perusahaan yang prima dan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Theng Kiat bakal beruntung Singtel sebab ia memetakan jalan ke depan dalam ekonomi baru.

“Pengalamannya yang luas dalam komunikasi selular dan fasilitas knowledge dari era jabatan ST Telemedia dikala memperluas jejaknya di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa, termasuk bakal terbukti instruktif,” ujar Israel.

Simon Israel telah join bersama dengan dewan direksi Singtel terhadap 2003. Ia kemudian dipercaya jadi ketua merasa 2011.

Pengumunan perubahan pucuk pimpinan dijalankan saat kinerja Singtel tengah melemah. Meski demikian, perusahaan tidak mengaitkan perihal itu bersama dengan suksesi yang bakal dijalankan.

Seperti diketahui, setelah bertahun-tahun nikmati pertumbuhan, tahun lalu kinerja Singtel mengalami penurunan drastis. Tercatat, laba bersih sepanjang 12 bulan yang berakhir terhadap Maret 2019, anjlok 21,4% YoY jadi $2,83 miliar.

Terpangkasnya laba hingga dua digit, tak sekedar sebab beberapa bisnis digital yang “merugi”, termasuk disebabkan oleh menurunnya kinerja anak-anak perusahaan di regional, seperti Bharti (India), Optus (Australia), Telkomsel Indonesia dan AIS (Thailand).

Akibat penurunan itu, gaji CEO Singtel Chua Sock Koong telah dipotong nyaris setengahnya, dari gaji tahunan $6,1 juta terhadap 2018 jadi $3,5 juta, termasuk bonus dan tunjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *