Untuk Membangun Aplikasi Mobile Multi Platform Gunakan 3 Teknologi Di Bawah Ini

Untuk Membangun Aplikasi Mobile Multi Platform Gunakan 3 Teknologi Di Bawah Ini

Perkembangan teknologi zaman now memang tidak tersedia habisnya. Mau tidak mau, sebagai orang IT terlebih programmer, kita mesti sanggup beradaptasi bersama pertumbuhan teknologi yang super cepat update-nya.

Untuk Membangun Aplikasi Mobile Multi Platform Gunakan 3 Teknologi Di Bawah Ini

Mobile development merupakan tidak benar satu teknologi yang sangat cepat perkembangannya. Dimulai dari sebuah knowledge yang menyebutkan bahwa pengguna aplikasi mobile terlebih Android dan iOS, jauh lebih banyak dari pengguna aplikasi platform lain.Taruhan Bola Dari knowledge tersebut, perusahaan pengembang aplikasi berlomba-lomba untuk membangun aplikasi mobile.

Dari banyaknya permohonan dan peminat dapat aplikasi mobile, tentunya perusahaan pengembang aplikasi memerlukan banyak developer, terlebih JAVA untuk Android, dan Obj-C/Swift untuk iOS. Hal ini tentunya sangat kurang sesuai untuk diterapkan di startup dari segi keterbatasan dana untuk meng-hire programmer untuk Android sendiri, maupun iOS sendiri. Selain dari segi dana, sometime terjadi ketimpangan fitur/performance/experience antara aplikasi yang mirip namun dibikin di tidak sama platform bersama team pengembang yang tidak sama pula.

So bagaimana solusinya?? Di akhir th. 2011, Adobe bersama resmi meluncurkan produk yang diberi nama Phonegap. Dengan teknologi ini, kita sanggup men-develop aplikasi mobile baik untuk Android, maupun iOS (bahkan Blackberry) bersama satu codebase, yaitu HTML, CSS, dan Javascript!! COOL!! Selain itu kita juga sanggup mengakses native functionality layaknya contact, push notification, sms, accelerometer, dsb. Hal ini tentunya merupakan GOOD NEWS untuk Programmer bersama background Web Developer.

Tentunya “kekerenan” dan kemudahan ini membawa kekurangan, tidak benar satu kekurangannya yaitu dari segi performa, si Phonegap ini sangat lambat dengan sebutan lain lelet.
Seiring berkembangnya teknologi, muncullah sebagian teknologi/library/framework yang sanggup meningkatkan performa si phonegap ini, which is masih menggunakan teknologi Phonegap. Salah satu contohnya adalah Ionic, dan Xamarin.

So?? Apakah Ionic dan Xamarin adalah menjawab keperluan pasar dan industri? Yep for small app, but not for a large scale app. So teknologi apa yang menurut penulis telah sanggup menjawab keluh kesah Perusahaan dan Programmer?
Berikut daftar 3 Teknologi Terkeren yang barangkali sanggup selesaikan problematika rumah tangga Anda. Eh I mean, Perusahaan Anda atau Pekerjaan Anda:

1. REACT NATIVE

React Native merupakan Library besutan Facebook untuk membangun aplikasi mobile baik untuk Android maupun iOS bersama hanya satu codebase. Selain itu, bersama React Native Anda sanggup membangun aplikasi mobile semudah memicu Web App, namun bersama hasil se-stable dan se-scalable aplikasi yang dibangun bersama Java (Android), ataupun Obj-C (iOS) atau biasa disebut Native. Jika background Anda adalah Web Developer, maka Anda dapat feels like home.
React Native mainly menggunakan Javascript untuk membangun aplikasi Mobile.

Tidak layaknya Phonegap, code javascript yang di-code bersama React Native tidak ditampilkan menggunakan webview agar memicu aplikasi mobile tidak jadi native dengan sebutan lain lelet. React Native menggunakan tehnik bridging, agar code Javascript di bridge ke Java (untuk Android), dan ke Obj-C (untuk iOS) agar aplikasi yang dibangun bersama React Native, serasa sangat native dengan sebutan lain fast!

PROS: Relatif gampang dipelajari, performa yang cukup baik, dan terbukti telah digunakan di banyak perusahaan besar
CONS: Jarangnya Widget official, yang mana hal ini sometime good, sometime not. Contohnya dikala update sangat cepat agar sometime versi React Native tidak match bersama plugin selanjutnya waktu diupdate, ataupun suatu plugin yang sering berimbas ke plugin yang lain.
So menanti apalagi, invest saat ini juga di React Native. Perusahaan besar layaknya Facebook, Instagram, AirBnB, Tokopedia, dsb telah menggunakan React Native.

Jika Anda berminat mempelajari React Native lebih lanjut, kita sedia kan DVD Tutorial React Native yang sanggup Anda membeli lewat link berikut, pumpung potongan harga nihhhhh:
https://bit.ly/2E3LvmT

Tunggu dulu, masih tersedia 2 teknologi keren lainnya yang ga kalah seru untuk dipelajari.. Ok NEXT GAN!

2. Flutter

Flutter adalah library besutan Google yang dibangun di atas bahasa pemrograman bernama “Dart”. Sama layaknya React Native, Flutter tidak menggunakan WebView layaknya Phonegap, melainkan Real Native Experience!!
Bahkan flutter digadang-gadang lebih performant dibanding bersama React Native, gara-gara dart sanggup langsung mengakses Native Widget OS tanpa lewat OEM Widget ataupun tanpa tehnik Bridging layaknya React Native yang memerlukan Java atau Obj-C untuk mengakses Native Widget!! Super Cool!
PROS: By default Flutter sedia kan widget official yang telah keren dari sononya, agar untuk membangun UI/UX jadi lebih terstandard.
CONS: Learning Curve yang cukup dalam, sekurang-kurangnya Anda mesti jelas rancangan basic pemrograman bersama baik terlebih OOP (tidak memungkiri React Native juga demikian, namun sometime we don’t need to know about it further).
Selengkapnya mengenai flutter sanggup Anda menyaksikan di postingan yang sangat keren ini: https://hackernoon.com/whats-revolutionary-about-flutter-946915b09514
Kok ga promosi sekalian mengenai flutter? Hahah. Tunggu kehadiran Flutter di https://dumbways.id ya :p

3. Progressive Web App

Progressive Web App atau biasa disebut PWA memang adalah aplikasi situs pada kebanyakan namun difokuskan untuk tampilan mobile. Perbedaan situs app biasa bersama PWA terletak pada load time, dan offline experience nya.
Dengan dukungan Service Worker, Anda sanggup menyimpan code html, css, js Anda pada semacam cache. So, dikala tersedia user yang telah mengakses sekali aplikasi PWA Anda, maka user tidak mesti kembali meload kembali html css pada halaman yang telah diakses. Hal ini tentunya mempersingkat load time, agar situs app jadi lebih cepat.

Selain itu, Anda sanggup menggunakan localstorage atau apa-pun itu untuk menyimpan knowledge yang telah dibuka lewat REST API untuk meningkatkan kembali performa dari PWA ini, agar tidak mesti berulang-ulang mengakses REST API atau waktu situasi offline, aplikasi selalu sanggup mengakses knowledge yang dibutuhkan.
Pada Android, PWA ini sanggup ditambahkan ke Home Screen untuk mempermudah akses aplikasi, agar aplikasi serasa telah didownload dari playstore. Maybe gambar di bawah dapat memperjelas maksud saya.

Cool eh!? Tak sabar mencobanya? Tapi bingung gimana men-developnya?Berikut teknologi yang sanggup Anda menggunakan untuk mempermudah proses development PWA.
a. Nuxt, adalah library yang menggunakan Vue.js untuk men-develop PWA bersama mudah. Selengkapnya https://nuxtjs.org/
b. React PWA, kecuali Anda Fans berat React, maka tools ini sangat aku rekomendasikan. Why? Karena tak sekedar by default menyimpan code html, css, js kita via Service Worker, React PWA juga mensupport SEO by default.

PROS: This is future mobile development, tanpa install via appstore/playstore, user telah sanggup memperoleh Native Mobile Experience layaknya yang sanggup kita dapatkan lewat aplikasi Native pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *